Pages

Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 September 2010

Tips Supaya Pernikahan Awet

Henry A. Ozirney dalam bukunya Knot Happy: How Your Marriage Can Be (Tate Publishing & Enterprises; New York; 2007) mengatakan, perkawinan merupakan wujud menyatunya dua individu ke dalam satu tujuan yang sama, yakni kebahagiaan yang langgeng bersama pasangan hidup. Namun, rasa cinta saja tak cukup karena akan ada banyak tantangan dan persoalan yang muncul mengusik kehidupan berumah tangga. Nah, saat gangguan itu muncul, ingat-ingatlah 10 tip Ozirney di bawah ini.
1. Bersiaplah untuk berkorban.
Setiap individu yang mengikatkan diri dalam perkawinan mau tak mau harus siap berkorban bagi pasangannya. Kadang dalam masalah kecil saja, dituntut pengorbanan yang besar. Contohnya, Anda baru sampai di pintu rumah dan merasa capek, tapi suami ternyata mengeluh badannya meriang dan minta dikerokin. Tentu niat semula hendak langsung beristirahat harus langsung di kesampingkan. Pengorbanan ini Anda dahulukan karena perhatian pada suami Anda anggap jauh lebih penting daripada rasa capek. Bila salah satu bersikap egois, tentu saja dapat menjadi pemicu munculnya perasaan kesal dan diperlakukan tak adil.
2. Tetap punya waktu untuk diri sendiri.
Sangatlah menyenangkan bila Anda memiliki kegiatan atau hobi yang dapat dilakukan bersama. Tapi jangan lupa, Anda juga perlu melakukan sesuatu atau berkegiatan sendiri tanpa didampingi pasangan. Punya waktu sendiri memberi kesempatan Anda untuk berpisah sementara dengan pasangan. Di saat ini, Anda dapat dengan jernih merefleksikan kembali kehidupan cinta Anda berdua. Kemudian melakukan koreksi diri tentang hal-hal yang perlu Anda lakukan untuk meningkatkan kebahagiaan perkawinan dan menghindari kebosanan karena berduaan terus. Di samping itu, sendirian sejenak dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi seberapa jauh Anda kangen pada pasangan.
3. Memelihara keintiman dan romantisme.
Suami-istri yang sudah cukup lama berumah tangga kadang kurang peduli terhadap hal yang satu ini. Tak ada lagi kata-kata pujian, makan malam bersama, bahkan perhatian pun kerap jadi barang mahal. Padahal kunci hubungan yang sukses adalah melakukan hal-hal kecil yang berharga bagi pasangan. Melalui gerak tubuh, kata-kata penuh cinta dan perhatian kecil, rasa cinta dapat tetap terpelihara. Justru ungkapan emosi yang positif terhadap pasangan menjadi “tabungan” bagi hubungan emosi mereka. Jika “rekening” masing-masing sama besarnya, dijamin hubungan akan tetap berlangsung manis di masa datang. Entah sekadar memberi sekuntum bunga, mencium pipi, menggandeng tangan, saling memuji, atau berjalan-jalan menyusuri tempat-tempat romantis, akan kembali memercikkan rasa cinta kepada pasangan hidup.
4. Pandai mengatur keuangan keluarga.
Hampir sebagian besar waktu dalam keluarga dewasa ini, khususnya pasangan suami-istri muda perkotaan, adalah untuk mencari nafkah. Artinya, faktor ekonomi tak bisa dianggap remeh. Bayangkan, apa yang bakal terjadi seandainya rumah tangga tak ditopang oleh kondisi finansial yang memadai. Mengatur ekonomi keluarga secara benar juga akan memberi rasa aman dan bahagia.
5. Berbagi tugas rumah tangga dan pengasuhan anak.
Kedua hal ini memberi kesempatan kepada pasangan untuk bekerja sebagai tim yang solid. Kegiatan membereskan rumah dan mengasuh anak dapat menjadi sarana mempererat tali perkawinan.
6. Komunikasi jujur dan terbuka.
Komunikasi merupakan salah satu pilar langgengnya hubungan suami-istri. Jadi, cobalah untuk senantiasa menjaga komunikasi dengan pasangan. Luangkan waktu untuk duduk dan ngobrol bersama, sekalipun hanya 5 menit setiap hari. Sempatkan untuk meneleponnya atau mengirim SMS romantis. Sapaan “selamat pagi” atau “selamat malam” di tempat tidur juga dapat dijadikan ajang berkomunikasi. Intinya, ciptakan komunikasi sehingga masing-masing pribadi merasa dibutuhkan.
7. Jangan memendam masalah.
Sebenarnya ini merupakan bagian dari komunikasi. Namun pada intinya, seperti apa pun perasaan Anda dan pasangan, hendaknya selalu dikomunikasikan. Rasa marah yang terpendam juga membuat Anda berusaha menghindari satu sama lain tanpa sebab yang pasti. Makanya akan lebih baik bila setiap kali muncul perasaan marah atau kesal hendaknya dikemukakan saja agar tidak timbul kesalahpahaman yang berlarut-larut. Namun kemukakan kekesalan Anda secara santun dan objektif.
8. Sadarilah Anda berdua adalah pribadi yang berbeda.
Ini bukan hanya dalam waktu singkat, tapi berlangsung untuk selamanya. Jadi wajar bila ikatan perkawinan akan selalu diwarnai perselisihan akibat perbedaan. Bukan saja perbedaan pendapat, tapi juga ketidaksetujuan akibat perbedaan-perbedaan yang lain. Pasangan yang gagal dalam perkawinan umumnya menaruh harapan terlalu tinggi bahwa pasangannya akan berubah sesuai keinginan dirinya. Sementara pasangan yang perkawinannya awet umumnya lantaran menyikapi perbedaan demi perbedaan dengan bijak. Perbedaan seyogianya tak harus menghancurkan perkawinan, melainkan justru memperkaya wawasan masing-masing sambil mencari solusi terbaik dengan selalu memprioritaskan kebahagiaan perkawinan.
9. Bersikap spontan.
Kebiasaan positif ini dapat diterapkan kapan saja. Misalnya, ingin menciptakan suasana romantis, mengatur jadwal makan malam di luar, bercinta, saling memuji, memerhatikan dan lain-lain yang sifatnya kejutan. Spontanitas ini bermanfaat untuk menghindari kebosanan dalam perkawinan. Lagi pula siapa sih yang tak suka mendapat kejutan menyenangkan? Yang penting, kejutan tersebut haruslah tulus dan penuh rasa cinta.
10. Selalu mengingat hal-hal terbaik dalam diri pasangan.
Apa saja hal-hal terbaik dalam diri pasangan yang membuat Anda mengambil keputusan untuk menikah dengannya? Selalu mengingat hal-hal terbaik yang dimiliki pasangan akan selalu menuntun Anda pada sejumlah kenangan manis yang tiada habisnya. Selain akan membuatnya merasa berharga di mata Anda. Ingat, hidup perkawinan tak luput dari dinamika hidup. Segalanya bisa saja berubah. Namun alasan mengapa Anda dulu begitu mencintainya akan selalu terpatri dalam lubuk hatinya. Begitu juga sebaliknya, sehingga kedua belah pihak akan selalu bertekad untuk menjaga hal-hal berharga tadi dan mempertahankan perkawinan.
Untuk menerapkan 10 tip tadi memang tak selalu mudah, tapi percayalah kunci-kunci ini dapat menyelamatkan perkawinan. Dan selalu menyerahkan perkawinan dan keluarga Anda kepada Tuhan. Tuhan Memberkati.
Sumber : Harian Global

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Tips Saat Pertama Kali Bertemu Calon Mertua

Apa yang ada di benak anda ketika pertama kali akan bertemu dengan calon mertua ? Grogi pasti, deg-deg an iya, stress juga biasanya. Apalagi denger – denger calon mertua nya galak, bawel, dll. Ngeri kan ? Takut ditolak dan dinilai tidak cocok buat anaknya, biasanya itu yang menjadi beban pikiran kita. Disini ada sedikit tips agar anda tidak salting alias salah tingkah di hadapan calon mertua. Mudah – mudahan nantinya dapat nilai raport yang bagus dan dianggap cocok buat anaknya :)  Yukk..simak tips berikut ini yang mana boleh dilakukan dan jangan dilakukan saat bertemu pertama kali dengan calon mertua.
Boleh dilakukan
1. Kenali beberapa hal mendasar tentang orangtuanya sebelum hari H itu tiba. Seperti nama, umur, pekerjaan, mungkin juga ada info lain seperti hobi, makanan favorit atau juga hewan kesayangan mereka. Bisa dicatat dan dihafalkan, jadi anda tidak akan kehilangan bahan pembicaraan saat pertemuan pertama.
2. Kenakan busana yang manis dan rapi. Hindari busana yang terlalu terbuka (bagi wanita), rok yang terlalu pendek atau warna rambut yang gila-gilaan saat pertama kali bertemu. Berpakaian manis dan rapi biasanya akan menimbulkan kesan yang baik juga bagi kedua orangtuanya.
3. Mau bawa hadiah ? boleh, asal tidak berlebihan. Biasanya ibu calon mertua suka diberi sesuatu ( hihihi..kebiasaan wanita ). Tetapi usahakan tidak berlebihan sehingga terkesan berusaha mengambil hati. Bisa juga membawa sesuatu untuk dimakan bersama seluruh keluarga.
4. Dengarkan dan bertanya lah. Usahakan tertarik dengan obrolan yang terjadi dan menjadi pendengar yang baik. Adanya interaksi yang menarik ini, kemungkinan juga akan memancing orangtua nya untuk mengajukan banyak pertanyaan kepada anda dan lebih mengenal anda. Semua orangtua pasti senang calon menantu yang menarik.
Jangan dilakukan
1. Mabuk di rumah orangtuanya. Mungkin ada pesta kecil untuk menyambut anda dengan disediakannya minuman beralkohol, jangan sampai anda terlalu bersemangat dan malah mabuk di rumah orangtuanya.
2. Menganggap rumah calon mertua seperti rumah sendiri. Meskipun penerimaan mereka sangat baik kepada anda, dan menganjurkan agar jangan sungkan dan anggap rumah sendiri, ada baiknya anda tetap membatasi peran anda sebagai tamu.
3. Bermesraan di rumah calon mertua. Wahh..kalau ini bisa dong ditahan..:) Boleh lah sesekali memegang tangan kekasih anda atau memandang matanya dengan mesra, tetapi tetap hindari berpelukan atau bercumbu :)
4. Terlalu memuji-muji calon mertua. Meskipun misi anda untuk mengambil hati mereka, tetap usahakan berbicara yang baik dan sopan sesuai aturan. Terlalu memuji-muji calon mertua, mungkin bisa membuat mereka sadar bahwa anda sebenarnya hanya berbohong untuk mengambil hati mereka.
Nah..itu tadi sedikit tips untuk bersiap-siap bertemu pertama kali dengan calon mertua. Mudah-mudahan bisa mengurangi rasa grogi anda dan lancar untuk pertemuan – pertemuan selanjutnya :) 

Sumber : http://www.citrawanita.com

Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO

Tips Menghindari Rasa Cemburu

Hubungan dekat tanpa ada rasa cemburu seperti sayur kurang garam. Memang rasanya mustahil kita mencintai seseorang tanpa cemburu sedikit pun. Cemburu bisa diartikan sebagai tanda sayang dan rasa takut kehilangan. Tetapi jika cemburu menjadi berlebihan, tentu akan sangat mengganggu suatu hubungan dan bisa jadi pasangan akan merasa tertekan dengan rasa cemburu anda tersebut. Simak yuk kiat menghindari rasa cemburu.
1. Selalu terbuka dan berbagi
Cemburu biasanya diawali dari kurangnya keterbukaan. Selalu bersikap terbuka pada pasangan dan jika ada yang mengganjal dalam hati segera utarakan dan berbagi. Jangan malah memendamnya dalam-dalam. Rasanya tidak ada gunanya memendam suatu perasaan yang pasti tidak akan menyelesaikan persoalan tetapi menambah runyam suatu hubungan. Belajar bersikap saling terbuka dan berbagi akan lebih baik bagi masa depan suatu hubungan.
2. Tanamkan rasa saling percaya dan percaya diri
Memupuk rasa saling percaya dengan pasangan membuat perasaan menjadi tenang. Dimanapun dan kapanpun pasangan berada, anda akan selalu memiliki pikiran yang positif. Selain itu percaya diri juga akan membuat anda lebih bisa menerima kekurangan dan kelebihan diri anda sendiri maupun pasangan.
3. Jalin komunikasi dengan baik
Komunikasi sebaiknya dilakukan setiap hari, bahkan kalau perlu juga bisa setiap saat. Sesibuk apapun anda atau pasangan, jangan lupa untuk selalu berkomunikasi. Beritahukan tentang kegiatan hari itu, dengan siapa anda bertemu, tanyakan pula hal yang sama pada pasangan melalui pesan singkat atau telepon. Cara ini akan membuat masing – masing merasa dihargai oleh pasangannya. Dengan kemajuan tekhnologi yang semakin canggih, tidak ada alasan lagi untuk tidak mengabarkan keadaan anda pada pasangan, bahkan meski terbentang oleh samudera yang luas sekalipun.

Sumber : http://www.citrawanita.com
Free Template Blogger collection template Hot Deals SEO